MANASIK UMRAH

Panduan Praktis: Cara Memakai Kain Ihram Pria & Wanita

Oleh: Ustadz Fahmi Al-Anshori, Lc. 10 Juni 2026
Panduan Praktis: Cara Memakai Kain Ihram Pria & Wanita

Panduan praktis bergambar deskriptif tentang tata cara memakai kain ihram bagi pria (agar kuat, tidak melorot, dan sah) serta ketentuan pakaian ihram wanita sesuai sunnah.

Pengantar: Pakaian Kesederhanaan dan Kesetaraan

Pakaian ihram adalah simbol kesetaraan mutlak umat manusia di hadapan Allah SWT. Saat mengenakan ihram, seluruh atribut duniawi berupa jabatan, kekayaan, dan asal-usul suku bangsa dilepaskan. Semua jemaah berkumpul menggunakan pakaian putih yang senada untuk mengagungkan Sang Pencipta. Mengingat pakaian ini akan dikenakan dalam waktu yang cukup lama dengan intensitas pergerakan tinggi (Tawaf dan Sa'i), jemaah wajib memahami cara memakai ihram dengan benar agar tetap menutup aurat dengan sempurna, sah secara syar'i, serta nyaman dipakai tanpa khawatir melorot.

Ketentuan dan Syarat Kain Ihram Pria

Bagi pria, pakaian ihram terdiri atas dua helai kain putih tebal mirip handuk yang tidak dijahit dan tidak disambung benang jahit murna:

Langkah Detail Memakai Kain Ihram Bawah Pria

Ikuti panduan langkah praktis berikut untuk memastikan kain ihram bawah Anda terikat kencang sekuat sarung harian:

  • Langkah 1 (Posisi Kaki): Berdirilah dengan kaki sedikit merenggang (kira-kira selebar bahu). Hal ini penting agar ikatan sarung ihram memberikan ruang gerak melangkah yang cukup lebar saat berjalan jauh.
  • Langkah 2 (Membentangkan Kain): Ambil lembar kain bawah yang paling panjang/lebar. Bentangkan kain di belakang badan Anda dengan posisi bagian atas sejajar di atas pusar (lebih tinggi sedikit dari batas pinggang).
  • Langkah 3 (Melipat Sisi Kiri): Tarik ujung kain sebelah kiri ke arah kanan hingga merapat di perut, lalu tahan.
  • Langkah 4 (Melipat Sisi Kanan): Tarik ujung kain sebelah kanan ke arah kiri menumpuk lipatan pertama. Pastikan kain bawah melilit badan dengan simetris dan rapat.
  • Langkah 5 (Mengulung Kain): Pegang ujung atas pertemuan kedua lipatan di bagian perut, lalu gulunglah ke arah bawah beberapa kali seperti memakai sarung tradisional Indonesia hingga batas pinggul. Gulungan handuk ini akan mengunci kain dengan sangat kuat.
  • Langkah 6 (Gunakan Sabuk): Sebagai pengaman ganda demi mencegah melorot di keramaian tawaf, pakailah ikat pinggang haji atau tas pinggang di atas gulungan tersebut.

Cara Memakai Kain Atas & Melakukan Al-Idhtiba'

Bagian atas bahu ditutup dengan kain kedua (Selendang / Rida'). Pada kondisi biasa, kedua bahu tertutup dengan rapi. Namun, ketika hendak memulai Tawaf (mengitari Ka'bah sebanyak 7 putaran), jemaah pria disunnahkan untuk melakukan Al-Idhtiba':

Ketentuan Pakaian Ihram Wanita Sesuai Sunnah

Berbeda dengan jemaah pria yang serba terbatas kain non-jahitan, pakaian ihram untuk jemaah wanita jauh lebih fleksibel karena tujuan utamanya adalah proteksi kehormatan dan kesopanan utuh:

Tips Nyaman & Aman Selama Berihram

Khawatir salah dalam mempersiapkan tata laksana umroh atau kain ihram Anda? UmrohBox selalu menyelenggarakan sesi praktik bimbingan manasik offline langsung dan eksklusif yang dipandu oleh asatidzah berkompeten hingga Anda benar-benar mahir dan mandiri. Hubungi kami sekarang untuk konsultasi keberangkatan pilihan paket terbaik!